Berita

TRANSPORTASI LAUT TEKAN BIAYA PRODUKSI

(Fri, 26 Apr 2013)

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Pemberdayaan Daerah dan Bulog, Natsir Mansyur, meminta pemerintah mulai membangun transportasi berbasis maritim. Optimalisasi transportasi laut ini penting untuk menekan tingginya biaya distribusi barang. "Biaya distribusi sekarang 17 persen dari biaya produksi. Kalau transportasi laut dioptimalkan, biaya distribusi bisa ditekan ke angka 10 persen. Lebih murah dan efisien," katanya kepada Tempo kemarin.

Tingginya biaya distribusi ini, Natsir melanjutkan, disebabkan oleh lemahnya infrastruktur nasional. Pemerintah di anggap terlalu mementingkan perkembangan transportasi darat, yang sebenarnya tidak ideal untuk mengangkut logistik antarwilayah. "Padahal Indonesia ini negara kepulauan yang harusnya dijangkau dengan kapal laut, berbeda dengan negara ASEAN lainnya yang bisa tersambung melalui jalur darat," ujarnya.

Division Head Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Edy Jusuf Oekasah, membenarkan tingginya biaya distribusi di Indonesia. "Dari riset kami, biaya distribusi di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia. Amerika Serikat 10 persen dan Jepang 7 persen," katanya saat berkunjung ke kantor redaksi Tempo kemarin.

Lebih lanjut ia menjelaskan, biaya distribusi itu didominasi oleh biaya bahan bakar yang mencapai 30 persen. Karena itu, tidak ada cara untuk menekan biaya distribusi selain meminimalkan konsumsi bahan bakar.

"Kami mengembangkan teknologi hemat bahan bakar. Khusus di Indonesia,selain hemat bahan bakar, kami juga menyesuaikan mesin dengan kualitas solar yang diproduksi di Indonesia," katanya.

Direktur Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Supranoto, menambahkan, teknologi hemat bahan bakar itulah yang menjadi andalan kendaraan produksi pabrikan Isuzu paling banyak digunakan oleh industri untuk memperlancar distribusi barangnya. "Untuk menekan biaya produksi," tuturnya.

Berita Lainnya

Thu, 05 Jun 2014

TERMINAL TANJUNG PERAK GUNAKAN GARBARATA

SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III (PERSERO) mengklaim Terminal Penumpang Modern Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) sebagai pelabuhan pertama di Indonesia yang menyediakan fasilitas garbarata. Fasilitas senilai Rp 13,5 miliar itu didatangkan dengan menggunakan 11 trailer dari Jakarta ke Tanjung Perak.

selengkapnya...

Mon, 19 May 2014

MUDIK GRATIS RODA DUA LEBARAN 2014

Meningkatnya penumpang pada saat setiap menjelang Lebaran, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan mengadakan mudik gratis roda dua tahun 2014 dengan menggunakan kapal laut

selengkapnya...

Thu, 16 Jan 2014

INVESTASI KAPAL CAPAI RP 14 TRILIUN

Jakarta - Operator pelayaran nasional telah menginvestasikan dana mencapai US$1,235 miliar atau setara Rp. 14,02 triliun untuk pengadaan kapal penunjang operasi lepas pantai atau offshore dalam negeri dalam kurun waktu 8 tahun terakhir.

selengkapnya...

Thu, 16 Jan 2014

DPP APBMI TIDAK REKOMENDASIKAN MUNASLUB

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat (APBMI) Sudarsono menyatakan pihak DPP APBMI tidak merekomendasikan adanya kegiatan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), di Semarang sehingga kegiatan tersebut tidak termasuk diatur dalam Anggaran Dasar (AD) / Anggaran Rumah Tangga (ART).

selengkapnya...